Jurnalis Ben Jacobs membeberkan perkembangan terbaru mengenai masa depan Michael Carrick di Manchester United serta kemungkinan Unai Emery menjadi penggantinya.
Tekanan dan Klausul Pemutusan Kontrak
Carrick kini berada di bawah tekanan besar setelah Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan pertama di semua kompetisi musim ini. Legenda klub tersebut masih mempertahankan posisinya meskipun menelan kekalahan telak dari Como dan AFC Bournemouth, serta tetap memimpin tim untuk pertandingan akhir pekan ini melawan Chelsea.
Carrick menjadi kandidat kuat manajer Liga Inggris pertama yang dipecat musim ini. Mengenai ketentuan jika ia harus meninggalkan posisinya, Jacobs menyatakan bahwa mantan gelandang tersebut memiliki klausul khusus. “Michael Carrick has a break clause, so if they part ways he’ll be paid out for the season and that’s it,” ujar Jacobs kepada United Stand.
Peluang Unai Emery dan Kandidat Pengganti
Manchester United dikaitkan dengan sejumlah nama sebagai calon pengganti, termasuk manajer Aston Villa, Unai Emery. Namun, Jacobs mengungkapkan bahwa peluang Setan Merah untuk merekrut Emery sangat tipis.
“Really difficult, because the people hiring would have to make sacrifices!” ucap Jacobs. Menurutnya, Emery menganggap Aston Villa sebagai puncak kariernya karena memiliki kendali penuh di bursa transfer dan budaya klub, serta menginginkan direktur olahraga pilihannya sendiri.
Jacobs juga menjelaskan bahwa nasib Carrick akan ditentukan dalam beberapa laga terdekat. “He’s got Chelsea. If he can get a positive result there, the expectation is that he’ll get Roma and Aston Villa, and then there’s an international break,” kata Jacobs kepada GiveMeSport.
Selain Emery, sejumlah nama turut dibahas secara internal oleh manajemen klub sebagai alternatif pengganti, di antaranya Julian Nagelsmann yang berada di posisi terdepan dalam pemikiran internal jika terjadi pergantian, Antonio Conte, Cesc Fabregas, hingga Fabian Hurzeler.








