Daftar Isi
Membawa konsol game saat bepergian menggunakan pesawat terbang membutuhkan perhatian khusus terhadap aturan otoritas keamanan penerbangan, seperti Transportation Security Administration (TSA). Perbedaan jenis konsol serta komponen di dalamnya menentukan apakah perangkat harus dimasukkan ke dalam bagasi kabin atau bagasi tercatat.
Aturan Perangkat dengan Baterai Litium-Ion
Konsol genggam modern seperti Nintendo Switch atau Steam Deck umumnya menggunakan baterai litium-ion. Sesuai regulasi TSA yang dilaporkan Engadget, semua perangkat yang memanfaatkan baterai jenis ini wajib disimpan di dalam bagasi kabin. Aturan ini diterapkan untuk mengantisipasi risiko thermal runaway, yaitu kondisi ketika baterai mengalami lonjakan panas tak terkendali yang berpotensi memicu kebakaran.
Pengecualian berlaku untuk konsol retro seperti Game Boy klasik yang masih menggunakan baterai alkalin sekali pakai. Sementara itu, sebagian besar pengontrol atau stik game modern juga dilengkapi baterai litium-ion sehingga harus dibawa ke dalam kabin. Pengontrol Xbox standar yang menggunakan baterai ukuran AA menjadi pengecualian, kecuali jika telah terpasang paket baterai isi ulang.
Penumpang disarankan untuk mematikan perangkat secara total guna mencegah konsol aktif tanpa disengaja di dalam tas yang dapat memicu panas berlebih. Petugas pemeriksaan di bandara juga dapat meminta penumpang untuk menyalakan perangkat demi membuktikan keaslian fungsi elektronik tersebut.
Risiko Menyimpan Konsol Rumahan di Bagasi Tercatat
Konsol rumahan seperti PlayStation 5 tidak memiliki baterai litium-ion bawaan, sehingga secara aturan diperbolehkan masuk ke dalam bagasi tercatat. Kendati demikian, penempatan konsol di bagasi tercatat tidak direkomendasikan karena penanganan kargo pesawat berisiko merusak komponen internal yang sensitif.
Selain risiko benturan fisik, potensi kehilangan barang di bagasi tercatat juga menjadi pertimbangan penting. Menurut laporan Engadget, data klaim konsumen yang diajukan ke TSA dari tahun 2002 hingga 2025 menunjukkan bahwa sekitar 63,5 persen di antaranya berkaitan dengan kehilangan barang pribadi. Jika penumpang terpaksa memasukkan konsol ke bagasi tercatat, penggunaan pelindung berbusa tebal serta pelacak lokasi seperti AirTag sangat disarankan.
Prosedur Pemeriksaan Keamanan di Bandara
Prosedur pemeriksaan konsol di titik pos keamanan bervariasi tergantung pada teknologi pemindai yang digunakan bandara. Bandara yang telah dilengkapi mesin pemindai CT berteknologi 3D umumnya tidak mewajibkan penumpang mengeluarkan perangkat elektronik dari dalam tas.
Namun, di bandara yang masih mengandalkan mesin pemindai sinar-X konvensional, penumpang diwajibkan mengeluarkan konsol—sebab ukurannya lebih besar dari ponsel pintar—ke dalam wadah pemeriksaan terpisah. Bagi penumpang yang membawa konsol langka atau berdesain tidak biasa, melaporkan perangkat tersebut kepada petugas keamanan sebelum pemeriksaan dapat mencegah proses penggeledahan tas secara manual.








