CEO Tesla Elon Musk mengumumkan rencana penghentian produksi kendaraan pikap listrik Cybertruck melalui unggahan di platform X pada Kamis malam. Tesla bakal mulai mengurangi volume manufaktur mobil berbentuk sudut tajam tersebut di pabrik Gigafactory Texas sekitar pertengahan tahun depan. Langkah ini diambil untuk mengalihkan kapasitas produksi demi mendukung manufaktur robotaksi Cybercab.
Penjualan Rendah dan Kendala Teknis Cybertruck
Penghentian Cybertruck terjadi di tengah angka penjualan yang tergolong rendah. Menurut laporan CNET, Tesla bahkan tidak memisahkan data penjualan kendaraan ini dalam laporan keuangannya, melainkan menggabungkannya ke dalam kolom model lain. Penjualan riil diperkirakan berada jauh di bawah kapasitas produksi pabrik Texas yang mencapai 125.000 unit per tahun, serta sangat jauh dari target awal yang ditetapkan Musk. Perusahaan tercatat hanya mampu menjual sekitar 10 persen dari target, sehingga menyisakan penumpukan stok unit yang belum terjual. Salah satu perusahaan milik Musk, SpaceX, bahkan membeli Cybertruck senilai 131 juta dolar AS pada tahun lalu.
Sejak pertama kali dipamerkan pada 2019—yang diwarnai insiden retaknya kaca saat demonstrasi ketahanan—Cybertruck berulang kali mengalami penundaan hingga pengiriman perdana baru dimulai pada 2023. Saat mulai dipasarkan, harga awal kendaraan ini melonjak menjadi 60.990 dolar AS dari estimasi awal sebesar 40.000 dolar AS. Selain kendala harga, Cybertruck juga diterpa isu keandalan, beberapa kali penarikan kembali (recall), hingga risiko cedera jari bagi penggunanya. Kehadiran kendaraan sci-fi ini juga bertepatan dengan meningkatnya keterlibatan Musk dalam politik Amerika Serikat, yang memicu beragam pandangan dari publik.
Peralihan Fokus ke Robotaksi dan Robot Humanoid
Penghentian Cybertruck pada 2027 difokuskan untuk memperluas kapasitas manufaktur Cybercab, kendaraan otonom sepenuhnya yang diperkenalkan pada 2024 dan dijadwalkan meningkatkan volume produksi di Texas tahun depan. Mobil tanpa roda kemudi yang ditargetkan berharga di bawah 30.000 dolar AS tersebut sempat diuji coba membawa penumpang di kawasan Austin pada awal September, yang kemudian langsung memicu penyelidikan dari otoritas federal terkait pemenuhan standar keselamatan.
Langkah penghentian Cybertruck menyusul kebijakan Tesla yang sebelumnya menghentikan produksi sedan Model S dan SUV Model X pada Januari 2026. Penghentian kedua model tersebut dilakukan guna mengalihkan pabrik di Fremont, California, untuk memproduksi robot humanoid Optimus. Kebijakan ini menyisakan Model 3 dan Model Y sebagai lini utama mobil konsumen Tesla, sembari menunggu potensi peluncuran model Tesla Roadster yang dijadwalkan hadir pada 2028.
Sumber: News – CNET








