Internasional

Trump Akan Hentikan Bantuan Militer AS untuk Israel

Trump Akan Hentikan Bantuan Militer AS untuk Israel
Daftar Isi
  1. Rencana Penghentian Kesepakatan dan Sikap Israel
  2. Reaksi Oposisi Israel dan Konteks Pemilu AS
  3. Konfirmasi Serangan Militer ke Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penghentian kesepakatan bantuan militer tahunan senilai hampir 4 miliar dolar AS atau sekitar 3,5 miliar euro kepada Israel pada akhir tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara pada program pagi Fox & Friends di stasiun televisi Fox pada Selasa (05/11).

Rencana Penghentian Kesepakatan dan Sikap Israel

Trump menjelaskan bahwa dirinya telah membicarakan hal tersebut beberapa bulan lalu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurut Trump, pihak Israel tidak mempermasalahkan pemotongan bantuan tersebut dan menegaskan bahwa negara itu tetap diperbolehkan membeli persenjataan buatan AS kapan pun dibutuhkan.

Pemberian bantuan militer sebesar 3,8 miliar dolar AS per tahun tersebut merujuk pada nota kesepahaman (MoU) berdurasi 10 tahun yang ditandatangani oleh Barack Obama dan mulai berjalan sejak 2019. Meskipun masa berlaku perjanjian semestinya berakhir pada September 2028, Trump tidak merinci mekanisme hukum untuk menghentikan bantuan tersebut lebih awal.

Menurut data Council on Foreign Relations, Israel merupakan penerima bantuan ekonomi dan militer terbesar dari AS, dengan akumulasi lebih dari 300 miliar dolar AS setelah disesuaikan dengan inflasi sejak 1948. Netanyahu sendiri pada Juni lalu sempat menyatakan keinginannya untuk melepaskan diri dari ketergantungan bantuan militer AS demi membangun industri persenjataan mandiri.

Reaksi Oposisi Israel dan Konteks Pemilu AS

Pernyataan Trump menuai reaksi keras dari tokoh oposisi Israel, Gadi Eisenkot, yang sedang berupaya membangun koalisi politik tandingan. Melalui pernyataan di media sosial X, Eisenkot menilai langkah tersebut menunjukkan bahaya kepemimpinan Netanyahu karena aparat pertahanan Israel baru mengetahui perubahan hubungan strategis itu dari pemberitaan media.

Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan pemungutan suara pemilu sela di AS, yang berpotensi mengubah peta kekuatan Partai Republik di Kongres. Trump menyebut langkahnya bertujuan membendung kritik politisi sayap kiri Partai Demokrat, seperti Abdul El-Sayed di Michigan, yang mempersoalkan besarnya dana bantuan ke luar negeri di tengah tekanan inflasi domestik.

Dukungan AS terhadap Israel kian menuai penolakan publik sejak operasi militer di Gaza bergulir. Survei Universitas Quinnipiac pada Juni mencatat 48 persen pemilih dan 66 persen pendukung Demokrat menilai dukungan AS untuk Israel sudah berlebihan. Sementara itu, riset Pew Research Center mencatat sentimen tidak menyenangkan terhadap Israel meningkat menjadi 53 persen pada tahun lalu.

Konfirmasi Serangan Militer ke Iran

Dalam wawancara yang sama, Trump turut mengonfirmasi bahwa militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas antipesawat milik Iran pada malam sebelumnya. Trump menyebut operasi skala kecil tersebut menyasar target tak lama setelah pembangunannya selesai.

Pakar dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jon Alterman, mengatakan kepada Reuters bahwa pemilihan waktu pengumuman Trump tersebut patut dipertanyakan di tengah spekulasi mengenai potensi operasi serangan gabungan skala besar antara AS dan Israel terhadap Iran.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *