Otomotif

Penjualan Mercedes di China Anjlok, Siapkan Strategi Baru

Penjualan Mercedes di China Anjlok, Siapkan Strategi Baru
Daftar Isi
  1. Penurunan Penjualan dan Dampak Keuangan
  2. Strategi di China dan Fokus Pasar AS
  3. Efisiensi Biaya di Jerman

Mercedes-Benz menghadapi penurunan tajam pangsa pasar di China dan berencana mengumumkan pembaruan strategi tahun depan, termasuk evaluasi mendalam terhadap bisnis mereka di sana. Perusahaan otomotif asal Jerman ini mengalami tekanan berat akibat persaingan ketat dan perang harga di pasar automotif terbesar di dunia tersebut.

Penurunan Penjualan dan Dampak Keuangan

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Autoblog News melalui Autoblog.com, penjualan global mobil Mercedes-Benz pada kuartal ketiga turun 8 persen menjadi 407.232 unit. Penurunan paling drastis terjadi di China dengan anjlok 31 persen menjadi 86.800 unit.

Sebaliknya, penjualan di wilayah lain menunjukkan tren positif. Eropa naik 5 persen, Jerman meningkat 13 persen, dan Amerika Serikat tumbuh 6 persen dengan rekor penjualan kendaraan listrik baterai yang melonjak 61 persen. Imbas dari penurunan di China, tingkat pengembalian penjualan yang disesuaikan untuk kendaraan turun menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Mercedes juga memangkas proyeksi setahun penuh menjadi 2 hingga 3 persen dari target awal 3 hingga 5 persen, sementara Direktur Keuangan menyebut kuartal keempat sebagai periode titik impas.

Strategi di China dan Fokus Pasar AS

Chief Executive Officer Mercedes-Benz Ola Källenius menyebut China sebagai pasar yang tidak tergantikan dan pusat inovasi. Mulai peluncuran E-Class listrik pada paruh kedua tahun 2027, Mercedes akan mencari hampir seluruh komponen di China untuk produksi lokal guna mengurangi keterpaparan terhadap perang harga. Direktur Keuangan Harald Wilhelm juga berkeinginan agar perusahaan tidak terlalu bergantung pada China sebagai sumber laba.

Bagi konsumen di Amerika Serikat, strategi ini membawa kabar positif karena pasokan lokal China hanya diperuntukkan bagi pasar domestik negara tersebut. Penjualan Mercedes di Amerika Serikat meningkat 6 persen pada kuartal lalu, dan Källenius menyatakan rencana penambahan investasi serta potensi mengerek penjualan tahunan dari lebih 300.000 kendaraan menuju 400.000 unit. Langkah ini sejalan dengan pabrikan lain seperti Audi yang membangun pabrik perakitan senilai 4 miliar dolar AS di Amerika Serikat untuk menciptakan ribuan lapangan kerja.

Efisiensi Biaya di Jerman

Di pasar domestik Jerman, Mercedes akan meluncurkan kembali program pesangon sukarela bagi staf tidak langsung mulai Desember mendatang. Perusahaan sebelumnya telah memesan provisi sekitar 1,8 miliar euro atau setara 2 miliar dolar AS untuk putaran program pada 2025, dengan dampak pendapatan diperkirakan terasa pada 2027.

Källenius menambahkan bahwa kelanjutan investasi di Jerman sangat bergantung pada produktivitas dan struktur biaya, serta membandingkan bahwa biaya tenaga kerja di Amerika Serikat berada di kisaran 80 persen dari tingkat biaya di Jerman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *