Pemain Liverpool Dominik Szoboszlai melontarkan pernyataan bahwa timnya bukan tipe pemain yang suka melakukan diving. Komentar tersebut ia sampaikan setelah insiden di mana rekan setimnya, Alexander Isak, tidak mendapatkan penalti saat menghadapi Arsenal.
Kontroversi Penalti dan Reaksi Pemain
Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan tersebut. Wasit lapangan Andy Madley gagal melihat pelanggaran, dan VAR di Stockley Park juga tidak melakukan intervensi karena Isak tidak menjatuhkan diri atau melakukan protes berlebihan.
Manajer Liverpool Andoni Iraola menyatakan bahwa ia pasti akan meminta Isak untuk langsung jatuh ke lapangan di masa mendatang. Sementara itu, Virgil van Dijk menyayangkan tidak adanya tindakan dari VAR meskipun pertandingan didukung oleh lebih dari 50 kamera.
Dominik Szoboszlai menilai insiden tersebut murni sebuah penalti. “Itu adalah penalti,” ujar Szoboszlai kepada Football365. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak tahu apakah publik mengharapkan timnya untuk melakukan diving atau hal serupa, karena mereka bukan tipe pemain yang melakukan cara itu, meski ke depannya mereka mungkin harus melakukannya.
Menurut Szoboszlai, jika Alex terjatuh, itu merupakan penalti yang jelas karena pemain lawan, Timber, tidak fokus pada bola melainkan menarik kaus Alex. Ia menegaskan bahwa rekan setimnya itu hanya fokus mencetak gol dengan sundulan, namun gangguan fisik dari belakang membuat peluang tersebut hilang.
Aksi Kontras di Lapangan
Pernyataan Szoboszlai mengenai gaya bermain timnya mendapat sorotan menyusul insiden yang melibatkan Alexis Mac Allister pada menit ke-79. Gelandang tersebut terjatuh kesakitan bak terkena hantaman keras setelah mendapat sentuhan ringan di bagian dahi dari Noni Madueke.
Pengamat sepak bola Sky Sports yang juga pendukung Liverpool melontarkan kritik tajam terhadap aksi tersebut. Ia menyebut tindakan Mac Allister sebagai lelucon yang memalukan dan harus segera dihentikan karena para pemain mencoba memperdaya sistem demi kartu merah.
Situasi serupa juga terjadi di babak pertama ketika pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, menunjukkan aksi teatrikal yang dinilai memalukan oleh Gary Neville. Berbagai insiden ini menunjukkan bahwa aksi simulasi masih kerap dilakukan oleh pemain dari berbagai tim di lapangan.







