Sebuah dewan lokal di New South Wales (NSW), Australia, menolak memamerkan karya seni berskala global tentang anak-anak yang tewas di Gaza. Keputusan itu diambil setelah pihak penyelenggara diminta untuk menyelidiki penyewaan penjaga bersenjata guna mengantisipasi potensi konflik di tengah masyarakat.
Penolakan dan Permintaan Penjaga Bersenjata
Kelompok Shoalhaven Friends of Palestine berencana menampilkan instalasi bertajuk Wall of Tears karya seniman asal Amerika Serikat, Phil Buehler, di Shoalhaven Regional Gallery di Nowra. Karya tersebut sebelumnya telah dipamerkan di berbagai wilayah di Australia, termasuk di halaman depan Gedung Parlemen di Canberra pada September lalu.
Berdasarkan dokumen penilaian risiko yang dilihat oleh The Guardian, Dewan Kota Shoalhaven meminta kelompok tersebut untuk mempertimbangkan penggunaan penjaga bersenjata. Kekhawatiran pihak dewan mencakup aksi protes, konfrontasi, konflik komunitas, serta potensi pelecehan verbal maupun gangguan akibat isu sensitif tersebut.
Dewan juga meminta durasi pameran dipangkas dari delapan hari menjadi tiga hari saja, serta membatasi pengunjung melalui sistem pendaftaran dengan pintu galeri yang dikunci. Penyelenggara bahkan diminta menghentikan publikasi acara guna menghindari risiko reputasi bagi galeri maupun pihak dewan.
Annette Pham selaku anggota kelompok penyelenggara menyatakan pihaknya sempat mengira permintaan tersebut adalah sebuah lelucon, meski mereka tetap menyatakan kesanggupan untuk memenuhi seluruh syarat yang diajukan. Walau demikian, surat elektronik menunjukkan bahwa Kepala Eksekutif Dewan yang juga mantan politisi Partai Liberal, Andrew Constance, akhirnya memutuskan untuk membatalkan acara tersebut dengan alasan keselamatan staf.
Melalui surat elektronik kepada pihak dewan, Pham mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keputusan itu dan menilai usulan penggunaan penjaga bersenjata untuk sebuah pameran peringatan anak-anak korban perang sangat meresahkan. Juru bicara dewan menyampaikan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa instalasi tersebut dinilai menghadirkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima bagi staf galeri, pengunjung, serta penyewa gedung, meski tidak merinci pemicu spesifik dari kekhawatiran tersebut.
Tanggapan Seniman dan Rencana Lokasi Pengganti
Phil Buehler mengaku terkejut karya seninya, yang telah ditampilkan di berbagai kota di seluruh dunia, dianggap mendatangkan ancaman keamanan. Instalasi masif tersebut mendedikasikan penghormatan bagi 18.457 anak yang tewas di Gaza antara tanggal 7 Oktober 2023 hingga 19 Juli 2025, dengan merujuk pada data laporan The Guardian dan angka korban tewas yang diakui oleh Israel.
Pameran ini kali pertama diluncurkan di New York pada 29 Januari untuk menandai peringatan dua tahun kematian Hind Rajab, anak berusia lima tahun yang tewas setelah mobil keluarganya diserang tank Israel. Buehler menyatakan bahwa mural tersebut menampilkan potret anak-anak dalam berbagai momen kehidupan sehari-hari, seperti mengenakan pakaian kelulusan atau memegang bola sepak.
Sebelumnya, instalasi ini telah berkeliling ke sejumlah wilayah di Australia termasuk Adelaide dan Perth. Dr Mairead Heaney dari kelompok Perth Doctors Medical Aid for Palestine menyampaikan bahwa sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh, Partai Hijau, serta independen sempat mengunjungi pameran tersebut di Canberra, termasuk anggota DPR dari Partai Buruh Tony Zappia yang menyampaikan pidato dukungan di parlemen.
Menyusul pembatalan di galeri seni tersebut, Annette Pham berhasil memindahkan jadwal pemasangan karya seni itu ke Gereja Uniting Berry pada hari Kamis.
Sumber: World news | The Guardian








