Seekor capung jenis langka yang terancam punah berhasil terpantau di lahan basah baru. Lahan basah tersebut terbentuk dari proyek ambisius untuk memulihkan kembali bentangan sungai kapur yang langka.
Penemuan Spesies Terancam Punah
Capung jenis scarce blue-tailed damselfly yang termasuk salah satu spesies serangga terbang paling awal di dunia, tercatat berada di kawasan Sungai Ash dekat Hertford. Aliran sepanjang tujuh kilometer di Easneye Estate dikembalikan ke jalur aslinya pada tahun lalu.
Pihak Herts and Middlesex Wildlife Trust menyatakan bahwa bagi spesies yang menghadapi tekanan krisis, pembentukan dan pemulihan habitat yang sesuai sangat penting untuk membalikkan penurunan populasi. Capung tersebut terpantau di dua lokasi pemantauan yang berdekatan pada akhir musim panas.
Sebuah penilaian baru mengenai capung di Inggris menyoroti kekhawatiran yang kian besar terhadap masa depan sejumlah spesies. Tinjauan Daftar Merah British Dragonfly Society mengklasifikasikan ulang capung scarce blue-tailed damselfly dari status Hampir Terancam menjadi Terancam Punah.
Hasil penilaian tersebut mendapati delapan spesies kini masuk dalam kategori terancam punah, yang berarti dua kali lipat lebih banyak dibanding temuan pada asesmen sebelumnya di tahun 2008.
Dampak Positif Restorasi Sungai
Sungai Ash merupakan satu dari sekitar 260 sungai kapur yang ada di seluruh dunia. Proyek pemulihan ini mencakup pembuatan dasar sungai dari kerikil baru, di mana pihak yayasan menyampaikan bahwa ikan trout cokelat sudah mulai bertelur di sana.
Selain itu, pemantauan yang dilakukan sebelum dan sesudah restorasi menunjukkan peningkatan jumlah invertebrata air, termasuk lalat mayfly dan stonefly. Sarah Perry selaku manajer pemulihan sungai di yayasan tersebut menjelaskan bahwa sungai alami, dataran banjir yang terhubung, serta lahan basah yang sehat dapat mendukung keanekaragaman hayati dengan menyediakan tempat bagi satwa liar untuk mencari makan dan berkembang biak.
“Mereka juga membantu pergerakan air melalui lanskap dan dapat berkontribusi pada ketahanan terhadap banjir maupun kekeringan,” ujar Sarah Perry, seperti dilaporkan BBC News.
Ia menambahkan bahwa penampakan capung scarce blue-tailed damselfly di sepanjang Sungai Ash memberikan contoh yang penuh harapan mengenai apa yang dapat dicapai dari upaya-upaya konservasi tersebut.
Sumber: BBC News








