Daftar Isi
Jean-Philippe Mateta melanjutkan upayanya merugikan Crystal Palace setelah menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Kegagalan meraih poin membuat posisi Crystal Palace semakin terancam di zona degradasi Liga Inggris.
Kegagalan Meraih Poin Penting
Crystal Palace sebenarnya hanya memerlukan satu poin untuk naik ke peringkat ke-17 dan menjerumuskan Manchester United ke zona degradasi setelah sembilan pertandingan. Meski memiliki catatan positif pada dua kunjungan sebelumnya ke markas Tottenham, peluang tersebut sirna akibat kartu merah.
Situasi berubah drastis setelah Mateta melakukan pelanggaran keras di paruh pertama pertandingan. Dalam usaha mengejar umpan Daichi Kamada, Mateta menginjak betis Micky van de Ven dan menjatuhkan Jan Paul van Hecke secara bersamaan.
Dominasi Total Tottenham Hotspur
Bermain dengan sepuluh pemain membuat rencana permainan Crystal Palace berantakan dan hanya menguasai bola sedikit di atas seperempat bagian. Hampir 50 menit pertandingan dijalani tanpa penyerang murni sebelum Eddie Nketiah dimasukkan ke lapangan.
Tottenham mencatatkan penguasaan bola hingga di atas 80 persen setelah kartu merah tersebut dan mencetak gol melalui situasi bola mati lewat Archie Gray serta Van Hecke. Meski melepaskan 34 tembakan berbanding satu milik lawan, Tottenham tetap sempat dibuat kesulitan sebelum mengamankan kemenangan beruntun ketiga di Liga Inggris.
Situasi Sulit di Bawah Pierre Sage
Kiper Antonin Kinsky mencatatkan akurasi operan sempurna karena Crystal Palace sama sekali menghentikan tekanan berarti. Situasi ini membuat pelatih Pierre Sage berada dalam posisi sulit menghadapi keputusan-keputusan merugikan yang dilakukan para pemainnya, terutama Mateta dan Axel Disasi.








