Teknologi

Pendapatan Vic Mensa dan Aplikasi Paling Penting Baginya

Pendapatan Vic Mensa dan Aplikasi Paling Penting Baginya

Vic Mensa dikenal sebagai seorang seniman multidimensi yang aktif dalam berbagai bidang, mulai dari musik, seni peran, hingga aktivisme sosial. Di balik produktivitasnya yang tinggi, musisi asal Amerika Serikat ini mengandalkan perangkat teknologi sederhana untuk mencatat berbagai ide kreatifnya sebelum hilang.

Peran Penting Voice Memos dan Media Sosial

Dalam wawancara dengan The Verge, Vic Mensa mengungkapkan bahwa aplikasi Voice Memos adalah alat yang paling tidak bisa ia tinggalkan dalam kesehariannya. Segala proses kreatifnya bermula dari sana, termasuk pembuatan lagu, gagasan esai, pemikiran tentang pohon jeruk, pesan suara untuk diri sendiri di tengah malam, hingga perkataan kecil putranya yang tidak ingin ia lupakan. Menurutnya, ponsel pintar miliknya dipenuhi oleh jutaan gangguan, namun Voice Memos tetap menjadi salah satu bagian yang terasa jujur karena tinggal menekan tombol rekam sebelum ide tersebut menguap.

Untuk urusan media sosial, Vic Mensa menyebut Instagram sebagai platform yang paling sering ia gunakan, meskipun ia menyadari platform tersebut bisa menjadi tempat yang melelahkan. Melalui Instagram, ia memulai kebiasaan mengupas buah jeruk sambil membahas berbagai topik seperti politik, sejarah, musik, duka, lelucon, hingga peran seorang ayah yang kemudian memicu lahirnya siniar The Vic Mensa Show. Di sisi lain, ia menilai kacamata buatan Meta sebagai tren teknologi yang ia harapkan segera hilang karena perangkat tersebut tampak dimanfaatkan untuk hal-hal yang buruk.

Fokus, Karya Terbaru, dan Pandangan Hidup

Ketika membutuhkan konsentrasi penuh, Vic Mensa memilih untuk melakukan meditasi Shambhavi Mahamudra yang ia pelajari dari Sadhguru atau mempraktikkan teknik pernapasan Wim Hof. Idealnya, ia menjalankan teknik pernapasan Wim Hof di dalam ruang uap sebelum melanjutkan dengan sesi meditasinya.

Terkait karya yang paling ia banggakan, Vic Mensa menyebut album terbarunya sebagai pencapaian utama saat ini karena untuk pertama kalinya ia benar-benar serius memosisikan diri sebagai seorang produser musik. Ia juga merasa antusias dengan karya seni, video, desain, pakaian, serta dunia keseluruhan yang ia bangun di seputar album tersebut.

Dalam hal pengeluaran, ia berpandangan bahwa barang-barang yang menyentuh kehidupan kita setiap hari sangat layak untuk dibeli dengan harga lebih mahal, seperti kasur yang nyaman, headphone berkualitas, makanan yang baik, pakaian tahan lama, serta pengalaman bersama anaknya. Sebagai penutup, Vic Mensa memilih frasa “Live from the contradiction” sebagai kalimat pengantar atau tagline yang menggambarkan perjalanan hidupnya.

Sumber: The Verge

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *