Tim nasional ragbi wanita Inggris, Red Roses, berhasil kembali ke jalur kemenangan usai menundukkan Amerika Serikat dengan skor 55-12 di New Jersey, Amerika Serikat. Meski meraih hasil positif, performa tim asuhan John Mitchell tersebut masih menyisakan sejumlah catatan menjelang piala Women’s Six Nations pada April mendatang.
Dominasi Inggris dan Perlawanan Sengit AS
Inggris mengawali laga penutup WXV Global Series ini dengan baik lewat dua try dari pemain sayap Claudia Moloney-MacDonald dalam 12 menit pertama. Kendati demikian, skuad Amerika Serikat memberikan perlawanan yang jauh lebih sengit dibandingkan saat mereka dikalahkan 69-7 oleh Inggris pada laga pembuka Piala Dunia tahun lalu.
Tim tuan rumah yang menempati peringkat keenam dunia tampil mengandalkan fisik. Alev Kelter sempat memberikan tekanan lewat tekel keras terhadap kapten Inggris, Meg Jones. AS berhasil mencetak angka melalui try jarak dekat Hope Rogers, sebelum Meg Jones membawa Inggris unggul 17-7 pada akhir babak pertama.
Tambahan Poin Babak Kedua dan Evaluasi Tim
Memasuki babak kedua, Moloney-MacDonald menambah dua try lagi hingga mengemas total empat try dalam pertandingan ini. Inggris semakin menjauh lewat tambahan try dari Mia Venner, Field, Maddie Feaunati, dan Sadia Kabeya, yang dilengkapi poin dari konversi Emma Sing serta Zoe Harrison.
Kemenangan ini menjadi penutup rangkaian hasil kurang memuaskan Inggris yang sempat menelan dua kekalahan dari Kanada dalam dua pekan sebelumnya. Sektor set-piece dan kelancaran serangan menjadi perhatian pelatih John Mitchell, setelah lemparan line-out Inggris sempat terganggu di awal laga dan perebutan bola dalam situasi scrum berlangsung ketat.
Tuan rumah AS yang berbekal rekor lima kemenangan beruntun sebelum laga ini tetap mampu memberikan perlawanan hingga detik terakhir. Walau pemain pengganti Mona Lisa Tupou harus masuk ke kotak penalti (sin bin) akibat pelanggaran scrum, AS menutup pertandingan lewat akselerasi try Kate Zackary di akhir laga.
Pertandingan yang digelar di Sports Illustrated Stadium berkapasitas 25.000 penonton tersebut mencatatkan jumlah kehadiran penonton dan kondisi permukaan lapangan yang belum maksimal, menjadi perhatian bagi penyelenggara sebelum Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia Ragbi Wanita pada 2033.
Sumber: BBC Sport








