Internasional

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kerja Sama Hello Kitty dengan Drama Jepang

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kerja Sama Hello Kitty dengan Drama Jepang
Daftar Isi
  1. Kontroversi Serial Vivant di China
  2. Tekanan Politik dan Sikap Beijing
  3. Respons Produser dan Kontroversi Lain

Sanrio selaku pemegang hak cipta karakter Hello Kitty menyampaikan permintaan maaf dan mengakhiri kerja sama penjualan produk souvenir dengan serial televisi Jepang berjudul Vivant. Keputusan tersebut diambil setelah serial thriller mata-mata itu memicu reaksi keras dari media pemerintah serta pengguna media sosial di China.

Kontroversi Serial Vivant di China

Vivant merupakan serial drama mata-mata populer di Jepang yang menampilkan adegan agen-agen China menggunakan metode penyiksaan brutal terhadap seorang agen Jepang. Kritik terhadap adegan tersebut kemudian meluas hingga menyasar karakter-karakter global Sanrio, termasuk Hello Kitty, My Melody, dan Cinnamoroll, yang tampil dalam produk souvenir dengan mengenakan kostum para tokoh serial tersebut.

Sanrio menyatakan telah mengakhiri kolaborasinya dengan Vivant karena menilai serial itu mengandung unsur-unsur yang tidak sejalan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Menurut Sanrio, mereka secara konsisten menggunakan karakter-karakter ciptaan mereka untuk menyampaikan nilai kepedulian, keterhubungan antarmanusia, serta berkomitmen mendorong keharmonisan.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada Rabu malam, Sanrio menegaskan akan memperketat proses peninjauan untuk seluruh proyek kolaborasi di masa mendatang guna memastikan kesesuaiannya dengan prinsip perusahaan. Perusahaan menyebut pihaknya sangat serius menanggapi masukan yang diterima terkait insiden tersebut.

Tekanan Politik dan Sikap Beijing

Hubungan diplomatik antara China dan Jepang merosot dalam beberapa tahun terakhir menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ihwal Taiwan pada November tahun lalu. Takaichi sempat mengisyaratkan bahwa Jepang akan mengerahkan Pasukan Bela Diri apabila China menyerang Taiwan, yang kemudian dibalas Beijing dengan peningkatan tekanan terhadap Tokyo mulai dari pembatasan ekspor hingga penarikan panda.

Awal bulan ini, Takaichi mengungkapkan kepada parlemen bahwa dirinya telah merekam sejumlah episode Vivant dan berencana menontonnya saat libur akhir tahun. Media pemerintah China, Global Times, pada Rabu menyoroti Sanrio dan menyatakan bahwa karakter kucing populer itu seharusnya tidak berdansa dengan kelompok sayap kanan Jepang.

Global Times menuliskan bahwa Sanrio berisiko kehilangan jauh lebih banyak daripada sekadar penjualan jangka pendek serta berdampak pada kepercayaan dan ikatan emosional yang telah dibangun lama. Menanggapi pembatalan kerja sama tersebut pada Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan insiden itu harus menjadi peringatan bagi komunitas internasional dan masyarakat Jepang yang berpandangan jernih.

Respons Produser dan Kontroversi Lain

Vivant menceritakan seorang karyawan Jepang yang tanpa sengaja terjerat jaringan kejahatan dan spionase internasional dengan musim pertama tayang pada 2023 berlatar negara fiktif di Asia Tengah. Musim kedua yang tayang sejak Juli lalu menampilkan adegan pemotongan jari dan penusukan perut terhadap agen Jepang oleh agen China.

Media pemerintah China seperti CCTV menilai metode penyiksaan tersebut sangat mirip dengan taktik yang secara historis digunakan tentara Jepang terhadap warga China serta menuding drama itu memutarbalikkan fakta. Presiden jaringan televisi TBS, Masamine Ryuho, menanggapi kritik tersebut pada Rabu dengan mengatakan bahwa Vivant murni merupakan karya fiksi tanpa niat merendahkan negara mana pun.

Selain Hello Kitty, pesepak bola Prancis Kylian Mbappé turut menjadi sasaran kemarahan publik di China pekan ini setelah komentarnya mengenai mendiang pemimpin China Mao Zedong memicu kontroversi, yang kemudian direspon Mbappé dengan menyampaikan permintaan maaf.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *