Internasional

Iran Peringatkan Perang Panjang dengan AS Usai Diancam Trump

Iran Peringatkan Perang Panjang dengan AS Usai Diancam Trump
Daftar Isi
  1. Peringatan Militer Iran dan Respons Terhadap Surat AS
  2. Syarat Teheran dan Ancaman Serangan Baru
  3. Peringatan Perluasan Konflik dan Jalur Diplomasi

Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa potensi konflik bersenjata melawan Amerika Serikat (AS) di masa depan dapat berlangsung jauh lebih panjang dibandingkan perang-perang terdahulu. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyebut masih ada sejumlah target Iran yang harus ditangani.

Peringatan Militer Iran dan Respons Terhadap Surat AS

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyampaikan melalui televisi pemerintah bahwa Presiden Amerika Serikat tidak akan memegang kendali penuh untuk menentukan kapan maupun bagaimana perang tersebut akan disudahi, seperti dilaporkan AFP dan dikutip CNN Indonesia. Respons ini menyusul pengungkapan Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei sehari sebelumnya mengenai adanya surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang berupaya membuka kembali jalur perundingan.

Rezaei mencatat adanya pergeseran positif pada nada komunikasi Washington, kendati dirinya belum memberikan jawaban resmi. Teheran menegaskan sikap bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup dan dialog ditiadakan selama seluruh tuntutan mereka belum dipenuhi oleh pihak Amerika Serikat.

Syarat Teheran dan Ancaman Serangan Baru

Adapun syarat yang diajukan Iran meliputi pembebasan aset negara yang tertahan di luar negeri, penghentian blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi jangka panjang, serta penghentian pertempuran di seluruh front. Di sisi lain, Donald Trump justru mengisyaratkan kesiapan militer AS untuk melancarkan serangan kilat terhadap sisa target di Iran.

Berbicara kepada para wartawan di kediamannya di Florida, Trump menyatakan bahwa Washington masih harus menangani satu atau dua lokasi tertentu dalam waktu singkat. Trump turut menyebut istilah Gunung Pickaxe yang merujuk pada fasilitas kompleks nuklir bawah tanah di wilayah tersebut.

Peringatan Perluasan Konflik dan Jalur Diplomasi

Dinamika diplomatik untuk meredam krisis di Timur Tengah terus dibayangi bayang-bayang serangan udara dari AS dan Israel di tengah momentum pemilu yang krusial. Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebbi, mempertegas pesan tertulis dari pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, bahwa batasan geografis tidak berlaku dalam konflik melawan Amerika dan wilayah operasi yang luas telah disiapkan untuk merugikan musuh.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan harapan agar pihak lawan dapat bertindak rasional dengan mengutamakan jalur diplomasi, sembari memastikan kesiapan negaranya dalam bidang pertahanan maupun perundingan. Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menyatakan negaranya menaruh harapan akan adanya terobosan diplomatik dari komunikasi yang terjalin, namun tetap bersiaga menghadapi skenario terburuk bagi kawasan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *