Berita Utama

Panduan Langit November 2026: Planet, Meteor, dan Bulan

Panduan Langit November 2026: Planet, Meteor, dan Bulan
Daftar Isi
  1. Visibilitas Planet Sepanjang November
  2. Parade Planet dan Konjungsi Bulan
  3. Aktivitas Hujan Meteor
  4. Supermoon dan Peristiwa Langit Lainnya

Musim gugur memasuki bulan penuh terakhirnya pada November 2026, dengan berakhirnya waktu musim panas pada 1 November yang membuat matahari terbenam lebih awal. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi para pengamat langit untuk menikmati berbagai fenomena angkasa tanpa harus begadang terlalu malam atau bangun terlalu pagi.

Visibilitas Planet Sepanjang November

Seluruh tata surya dapat disaksikan sepanjang November, meskipun tingkat visibilitasnya bervariasi. Merkurius dan Venus menjadi yang paling sulit diamati karena posisinya yang dekat dengan matahari. Merkurius baru akan mudah terlihat sesaat sebelum matahari terbit mulai 20 November, sementara Venus dapat disaksikan setiap pagi dan semakin menjauhi matahari menjelang akhir bulan.

Mars berada di posisi tinggi di langit sepanjang bulan dan paling baik diamati pada dini hari atau menjelang tengah malam di akhir bulan. Jupiter dan Mars tampak berdampingan erat sepanjang November, ditemani oleh bintang Regulus yang membentuk trio kasat mata. Saturnus terlihat di langit timur saat matahari terbenam, sementara Neptunus mengikuti lintasan serupa dengan Saturnus sehingga memerlukan bantuan teropong atau teleskop.

Uranus berada di langit setiap hari dan mencapai oposisi pada 25 November, yang merupakan titik terjauhnya dari matahari sehingga tampak paling jelas, meski tetap disarankan menggunakan teropong.

Parade Planet dan Konjungsi Bulan

Bulan dimulai dengan konjungsi antara Mars, Jupiter, dan bulan pada 2-3 November, di mana ketiganya tampak berdekatan bersama bintang Regulus. Pada 14 hingga 25 November, parade empat planet yang mencakup Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter akan berbaris sesaat sebelum matahari terbit, dengan Merkurius mencapai elongasi barat terbaiknya pada 20 November.

Sebuah konjungsi serupa kembali terjadi pada 30 November, saat bulan, Mars, dan Jupiter menutup bulan ini dengan berkumpul kembali bersama bintang Regulus dan bintang Algieba di dekatnya.

Aktivitas Hujan Meteor

Hujan meteor Southern Taurids mencapai puncaknya pada malam 4 November hingga pagi 5 November dengan rata-rata lima meteor per jam serta potensi bola api terang. Sepekan kemudian, Northern Taurids mencapai puncak pada 11-12 November dengan kondisi pencahayaan bulan yang lebih gelap yakni hanya lima persen.

Hujan meteor Leonids menyusul pada 16-17 November sebagai yang paling aktif dengan perkiraan 15 meteor per jam, meski sebagian cahaya bulannya terhalang oleh fase bulan 41 persen.

Supermoon dan Peristiwa Langit Lainnya

Bulan baru hadir pada 9 November, menciptakan malam paling gelap yang ideal untuk pengamatan bintang serta memperingati Hari Carl Sagan. Menjelang akhir bulan, Beaver Moon hadir sebagai supermoon pertama dari rangkaian empat supermoon berturut-turut pada 23-24 November, membuat bulan tampak tujuh persen lebih besar dari ukuran biasa.

Sepanjang bulan, berbagai rasi bintang seperti Taurus, Pegasus, Capricornus, Aquila, Pisces, dan Aries mendominasi langit malam bersama gugusan bintang seperti Pleiades dan Segitiga Musim Panas yang masih dapat disaksikan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *