Serangan drone bermesin jet milik Rusia menghantam peron stasiun kereta utama di Kota Dnipro, Ukraina, hingga menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan setidaknya lima lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi sewaktu sebuah kereta tengah bersiap untuk diberangkatkan menuju Kota Zaporizhzhia.
Gelombang Serangan Rusia di Sejumlah Wilayah Ukraina
Perusahaan kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengonfirmasi hantaman drone ke area peron tersebut. Sementara itu, informasi terkait jumlah korban luka disampaikan oleh Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Oleksandr Hanzha, melalui saluran Telegram.
Selain mengguncang Dnipro, Rusia juga melancarkan hantaman udara ke Kharkiv yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina. Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, menerangkan bahwa tembakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada salah satu fasilitas pendidikan. Di samping itu, pihak berwenang Ukraina mencatat rangkaian serangan pada malam sebelumnya di kawasan Rivne yang merenggut nyawa seorang pria.
Dari pihak berlawanan, Kementerian Pertahanan Rusia seperti disiarkan kantor berita setempat melaporkan bahwa armada militernya menggempur sebuah kapal kargo di kawasan Laut Hitam yang dimanfaatkan oleh militer Ukraina.
Rusia Klaim Halau Ratusan Drone Ukraina di Moskow
Pada saat bersamaan, pihak Rusia mengklaim berhasil mematahkan aksi serangan ratusan drone Ukraina yang diarahkan ke ibu kota Moskow sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Kantor berita TASS menyebut ada sekitar 613 drone yang diterbangkan ke wilayah Moskow.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara kawasan berhasil melumpuhkan 231 pesawat tanpa awal saat bergerak mendekati kota, sedangkan sisanya dinetralkan pada jarak yang lebih jauh. Secara keseluruhan, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebanyak 1.214 drone milik Ukraina di bermacam wilayah sepanjang malam itu.
Aksi gempuran drone tersebut menuai kecaman dari Kremlin lantaran bertepatan dengan digelarnya konferensi tingkat tinggi di Moskow yang dihadiri lebih dari 22 pemimpin negara asal Afrika. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai langkah Kyiv menargetkan Moskow di tengah agenda diplomasi tersebut sebagai sesuatu yang “sangat aneh”.
Dampak jatuhnya puing-puing drone yang ditembak jatuh juga dilaporkan terjadi di Sterlitamak, kota terbesar kedua di Bashkortostan, Rusia. Wali Kota Sterlitamak, Emil Shaimardanov, menuturkan bahwa serpihan drone menimbulkan kerusakan ringan pada area fasilitas industri, namun pabrik tersebut tetap beroperasi secara normal setelah sistem pertahanan udara melumpuhkan delapan drone yang terlibat dalam serangan.
Insiden ini menambah panjang deretan aksi saling serang menggunakan pesawat nirawak skala besar antar kedua negara. Sebelumnya pada September lalu, Rusia mencatat pasukannya telah menembak jatuh lebih dari 1.600 drone Ukraina dalam salah satu gelombang serangan terbesar yang menyasar ibu kota Moskow.
Sumber: News - Detikcom






